Follow by Email

Rabu, 26 Oktober 2011

MATERI PLC..............


PENDAHULUAN


Sebelum adanya Programmable Controller (PC), sudah banyak peralatan kontrol sekuensial, semacam cam shaft dan drum. Ketika relay muncul, panel kontrol dengan relay menjadi kontrol sekuensial utama. Ketika transistor muncul solid state relay diterapkan pada bidang dimana relay elektromagnetik tidak cocok diterapkan seperti untuk kontrol dengan kecepatan tinggi.
Sekarang sistem kontrol sudah meluas sampai ke seluruh pabrik dan sistem kontrol total dikombinasikan dengan kontrol dengan feedback, pemrosesan data dan sistem monitor terpusat.
Sistem kontrol logika yang konvensional tidak dapat melakukan hal-hal tersebut dan Programmable Controller diperlukan untuk itu. Perbandingan antara wired logic dengan Programmable Controller adalah sebagai berikut:


WIRED LOGIC

PROGRAMMABLE CONTROLLER
Peralatan yang dikontrol (Hardware)
Tujuan khusus
Tujuan umum
Skala Kontrol
Kecil dan Sedang
Sedang dan besar
Mengubah/penambahan pada spesifikasi
Sukar
Mudah
Periode pengiriman
Beberapa hari
Dengan segera
Perawatan  (oleh pembuat dan pemakai)
Sukar
Mudah
Ketahanan Uji
Tergantung design dan manufaktur
Sangat tinggi
Efisiensi dari segi ekonomi
Keuntungan pada operasi skala kecil
Keuntungan pada operasi skala kecil, sedang, dan besar

Tabel 1. Perbandingan antara Wired Logic dengan Programmable Controller

Berdasarkan standar NEMA (National Electrical Manufactures Association) ICS3-1978 Part ICS3-304 definisi PLC (Programmable Logic Controller) adalah sebagai berikut:
“PLC adalah suatu peralatan elektronik yang bekerja secara digital, memiliki memori yang dapat diprogram, menyimpan perintah-perintah untuk melakukan fungsi-fungsi khusus, seperti logic, sequencing, timing, counting, dan arithmatik untuk mengontrol  berbagai jenis mesin atau proses melalui modul input/output analog atau digital”.
Pada dasarnya PLC merupakan suatu peralatan mikroprosesor serba guna yang dirancang khusus untuk bisa bekerja di lingkungan industri yang cukup berat dan kasar, seperti kelembaban udara tinggi, dan tingkat polusi debu yang tinggi.
Secara umum, PLC (Programmable Logic Controller) dapat dibayangkan sebuah personal computer (PC) konvensional (konfigurasi internal pada PLC mirip sekali dengan konfigurasi internal pada personal computer). Akan tetapi hal ini PLC dirancang untuk pembuatan panel listrik (untuk arus kuat). Jadi bisa dianggap bahwa PLC adalah komputernya panel listrik. Ada juga yang menyebutnya dengan PC (Programmable Controller).
Di dalam otak (CPU = Central Processing Unit) PLC dapat dibayangkan seperti kumpulan ribuan relay. Akan tetapi bukan berarti didalamnya terdapat banyak relay dalam ukuran yang sangat kecil. Di dalam PLC berisi rangkaian elektronika digital yang difungsikan seperti contact NO dan contact NC relay. Bedanya dengan relay bahwa satu nomor contact relay (baik NO maupun NC) pada PLC dapat digunakan berkali-kali untuk semua dasar instruksi selain instruksi OUTPUT. Jadi dapat dikatakan bahwa dalam suatu pemrograman PLC tidak diijinkan menggunakan output dengan nomor contact yang sama.
Sistem kontrol di industri yang menggunakan PLC mampu mengontrol proses kerja mesin-mesin dengan keandalan, daya guna, dan ketelitian yang tinggi. PLC mampu memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut:
1.      Perangkat keras kontrol harus mudah dan cepat diprogram dan diprogram ulang oleh pemakai dengan sedikit mungkin menimbulkan gangguan terhadap jalannya proses kerja mesin-mesin produksi.
2.      Semua komponen dalam sistem di industri harus mampu beroperasi tanpa dukungan peralatan bantu ataupun memerlukan persyaratan lingkungan tertentu.
3.      Sistem yang dipakai harus mudah dalam perawatan dan perbaikan dimana beberapa indikator dari peralatan bantu harus tersedia sebagai bagian dari sistem, sehingga mempermudah dalam melacak, menemukan, dan memperbaiki kerusakan.
4.      Perangkat keras sistem kontrol lebih kecil dalam pemakaian ruang/tempat dan konsumsi daya listrik.
5.      PLC mampu berkomunikasi dengan sistem pusat pengumpul data untuk keperluan pemantauan operasi dari sentral/pusat.
6.      PLC dapat menerima sinyal masukan dengan catu daya searah (DC) standar melalui saklar mekanik pada proses kerja dari sistem.
7.      sinyal keluaran PLC mampu menjalankan penggerak mekanik motor listrik dan penggerak magnetik solenoid valve dengan catu daya listrik bolak-balik sampai besar arus kerja tipikal maksimum 2 A.
8.      Perangkat keras sistem kontrol memiliki konfigurasi yang dapat dikembangkan dengan sedikit mungkin perubahan pada sistem.
9.      Struktur memori dari PLC menyediakan fasilitas untuk dapat dikembangkan.
10.  PLC lebih ekonomis dibanding sistem kontrol elektromagnetik bila ditinjau dari segi harga dan biaya pemasangan.







Gambar 1. Diagram Blok PLC

Keunggulan PLC dibandingkan dengan konvensional kontrol panel:
¨      Sistem PLC:
1.       Wiring relatif sedikit.
2.       Spare part mudah.
3.       Maintenance kesalahan sistem lebih sederhana.
4.       Pelacakan kesalahan sistem lebih sederhana.
5.       Konsumsi daya relatif rendah.
6.       Dokumentasi gambar sistem lebih sederhana dan mudah dimengerti.
7.       Modifikasi sistem lebih sederhana dan cepat.

¨      Konvensional kontrol panel:
1.       Wiring relatif komplek.
2.       Spare part relatif sulit.
3.       Maintenance membutuhkan waktu yang lebih lama.
4.       Pelacakan kesalahan sistem sangat komplek.
5.       Konsumsi daya listrik relatif tinggi.
6.       Dokumentasi gambar sistem lebih banyak.
7.       Modifikasi sistem membutuhkan waktu yang lama.

Keuntungan menggunakan PLC:
1.      Lama pengerjaan untuk sistem baru design ulang lebih singkat.
2.      Modifikasi sistem mungkin tambahan biaya jika masih ada spare part I/O.
3.      Perkiraan biaya suatu sistem design baru lebih pasti.
4.      Relatif lebih mudah untuk dipelajari.
5.      Design sistem baru mudah dimodifikasi.
6.      Aplikasi PLC sangatlah luas.
7.      Mudah dalam hal maintenance.
8.      Sangat handal.
9.      Standarisasi sistem kontrol lebih mudah diterapkan.
10.  Lebih aman untuk teknisi.

Yang dapat dikerjakan oleh Programmable Controller:
TIPE KONTROL
FUNGSI
Kontrol Urutan
a). Pengganti relay kontrol logic konvensional
b). Timer/Counter
c). Pengganti pengontrol card PCB Card
d). Mesin kontrol auto/semi auto/manual dan proses-proses
Kontrol yang canggih
a). Operasi arithmatik
b). Penanganan informasi
c). Kontrol analog (suhu, tekanan, dll)
d). PID (Proportional Integral Derivative)
e). Kontrol motor servo
f). Kontrol motor stepper
Kontrol Pengawasan
a). Proses monitor dan alarm
b). Monitor dan diagnosa kesalahan
c). Antarmuka dengan computer (RS-232C/RS 422)
d). Antarmuka printer/ASCII
e). Jaringan kerja otomatisasi pabrik
f). Lokal area network
g). Wide area network
h). FA, FMS, CIM, dll.

 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar